Category Archives: Tugas Bahasa indonesia 1#

Analisa Berita

Standar

Indonesia Kirim Tim Bantu Filipina Atasi Bencana Banjir
Kamis, 22 Desember 2011

ilustrasi banjir

Jakarta,
Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, bahwa Pemerintah Indoneisia memberi bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Filipina sebesar 500.000 dolar AS untuk membantu warga yang kena dampak banjir bandang. “Bantuan ini diberikan untuk membantu warga Filipina atas musibah bencana banjir bandang yang disebabkan badai tropis Washi,” kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono di Jakarta, Kamis (22/12).

Agung menjelaskan, bahwa sebesar 300.000 dolar AS diberikan berupa uang tunai dan sisanya berupa bantuan makanan ringan dan siap saji, obat-obatan, peralatan dan lain sebagainya.
Agung menambahkan, pemerintah Indonesia juga akan segera memberangkatkan tim relawan profesional sebanyak 20 orang terdiri dari anggota tim medis dan paramedis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan anggota SAR.

Bantuan tersebut, kata Agung diambil dari dana siap pakae untuk penanganan bencana di BNPB. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pamerintah indonesia kepada pemerintah Filipina atas musibah bencana banjir bandang akibat badai tropis Washi, kata Menko Kesra menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan bahwa badai tropis di Filipina tersebut menghantam wilayah Mindanao, Filipina Selatan, pada tanggal 16 Desember 2011 lalu. “Ratusan orang meninggal dan hilang karena bencana tersebut,” kata dia menjelaskan.

Sutopo menambahkan, bahwa tim yang akan berangkat akan membawa sejumlah peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan bencana di negara tersebut. (Ant)

Dunia Yang Terlupa

Standar

Mulai nyalakan kembali Dunia yang terlupa
Cukup sudah bermimpi
Kini asa ku memutih Langitku kian meninggi Ini semua akan nyata
Mengharapkan hujan Larutkan nyanyian malamku
Akankah ku rasa

Mampu ku tatap kembali
Dunia yang terbenam Terbitku dari mimpi
Kini saksikan sayapku Apungkan puing bumi Ini semua pasti nyata

Mengharapkan hujan Larutkan nyanyian malamku
Akankah ku rasa
Membasahkan embun Lepaskan nyanyian malamku
Dapatkah ku rasa

Lihat Langkahku

Standar

lihat langkahku
tak lagi ku mengingatkan kamu
tiada beban tersisa
yang tertanam di jiwa
taklukkan cinta yang tak membuatku

terang tak membawaku
menjauh dan hilang

ku mengharapkan engkau
tak usah kembali
bawa tangisan itu

lihat langkahku
tak pernah ku mengingatkan kamu
jiwa ini tlah lelah
dan semakin menyiksa
tak pernah ku berharap kembali

terang tak membawaku
menjauh dan hilang

ku mengharapkan engkau
tak usah kembali
bawa tangisan itu

kau membalutkan perih
sesalkan jiwaku
hempaskan semua rasa

ku mengharapkan engkau
tak usah kembali
bawa tangisan itu

kau membalutkan perih
sesalkan jiwaku
hempaskan semua rasa

Saran dan Kritik Tentang Mata Pelajaran SoftSkill Bahasa Indonesia

Standar

Manfaat softskill bagi mahasiswa selain sebagai pendukung dalam bidang softskill atau kemampuan lain dari tiap mahasiswa, yaitu mahasiswa di tuntut untuk melatih kemampuannya dalam membuat sebuah karya tulis, baik itu artikel, menganalisa berita, ataupun dalam bidang sastra. Yang mana nantinya akan berpengaruh bagi mahasiswa untuk pembiasan diri dalam pembuatan penulisan ilmiah ataupun skripsinya .
Tetapi selain itu softskill juga memiliki kekurangan, di karenakan sebuah mata pelajaran soft yang tidak terpantau secara langsung oleh dosen, terkadang mahasiswa memilih jalan pintas untuk hanya mengcopy paste sebuah tulisan.
Namun selebihnya softskill sudah sangat baik untuk diijadikan sebagai salah satu sarana pengajaran yang mengolah kemampuan soft mahasiswa.

[BAHAYA] JANGAN PERNAH MENJILAT PERANGKO Sebagai Perekat

Standar

Jangan pernah menjilat amplop atau perangko untuk merekatkannya. Suatu hari seorang wanita yang bekerja di sebuah kantor pos di California, menempelkan amplop dan perangko gk pake lem atau busa basah tapi dengan cara menjilatnya.

Pada saat itu pula wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris. Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya. Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidak luka atau tidak ada kelainan apapun. Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun. Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray..

Ternyata ada sesuatu di dalam lidahnya. Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil. Ketika dokter mengiris membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar. Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop.

Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut menetas. Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.

Andy Hu menulis : “Saya bekerja di pabrik amplop, dan kalian tidak akan percaya
Ada sesuatu yang mengambang disekitar nampan wadah lem, saya tidak pernah sekalipun menjilat amplop. Saya pernah bekerja di percetakan (32 tahun lalu) dan kami selalu dihimbau agar jangan merekatkan amplop dengan lidah. Saya tidak pernah mengerti mengapa, hingga suatu saat saya masuk ke ruang penyimpanan untuk mengambil 2,500 lembar amplop yang sudah dicetak dan melihat sendiri beberapa ekor kecoak berkeliaran di dalam kotak amplop dengan telur kecoak dimana-mana.

Mereka hidup dengan memakan lem yang terdapat pada amplop-amplop tersebut. Setelah mengetahui hal ini, Janganlah pernah sekalipun Anda merekatkan amplop, perangko ataupun meterai dengan cara menjilatnya.

Transaksi Nilai Bentuk Pelacuran Intelektual

Standar

DEPOK – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas memberikan kuliah umum di Perpustakaan baru Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Dalam kuliah tersebut, Busyro memberikan paparan mengenai peran perguruan tinggi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Antusiasme mahasiswa dan dosen dalam mengikuti kuliah umum tersebut begitu tinggi, terlihat dari penuhnya ruang kuliah umum di lantai 6 Perpustakaan UI.

Menurut Busyro, perguruan tinggi merupakan benteng terakhir pemberantasan korupsi. Perguruan tinggi dapat melakukan riset untuk memetakan korupsi, aktor, modus, dan jejaring korupsi yang terjadi.

“Lalu ada identifikasi problem korupsi, identifikasi sistem tata kelola, atau skripsi berbasis praktik korupsi daerah,” jelasnya di Perpustakaan Baru Kampus UI, Depok, Jumat (18/11/2011).

Busyro menilai, korupsi juga dapat dicegah dari dunia kampus. Menurutnya, seorang akademisi atau ilmuwan yang beradab adalah ilmuwan yang mampu bersikap jujur.

Sedangkan, ilmuwan yang tidak memiliki nurani adalah ilmuwan yang tandus, misalnya dosen yang bertransaksi nilai dengan mahasiswa.

Dia menceritakan, 30 tahun lalu ada satu kampus di Jawa yang melakukan praktik transaksi nilai dan skripsi. Praktik ini diketahui wartawan dan kemudian dimuat di media. Akhirnya kampus itu rontok, dan penerimaan mahasiswa juga anjlok.

“Kondisi ini menunjukkan telah terjadi pelacuran intelektual, orang–orang seperti ini yang membuat remuk negara. Cegahlah korupsi mulai dari yang kecil,” paparnya.

Menurutnya, kampus dapat memberikan perlawanan terhadap korupsi dengan elegan dan beradab. “Sudah terjadi krisis karakter. Ilmuwan harus berkarakter liberatif, harus melakukan perlawanan yang beradab,” tegasnya.

Ibu Kota Selalu Terbuka, Asalkan Tak Modal Nekat

Standar

BANYAKNYA warga pendatang baru di Jakarta yang membawa keramaian keluarga serta sahabat untuk mengadu nasib, semakin menyempit dan mengundang masalah sosial baru di kota terpadat se-Nusantara ini.

Menurut Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim, sebagai warga asli Jakarta dirinya tidak keberatan akan datangnya warga pendatang baru ke Ibu Kota. Namun, warga pendatang yang ingin mengadu nasib di Jakarta harus ada kemampuan yang lebih dan bisa bersaing dengan warga Jakarta.

“Kalau mereka membawa saudara atau teman ke Jakarta harus punya keterampilan itu enggak ada masalah. Sangat disayangakan apabila dia tidak bisa apa-apa dan itu akan menjadi urusan sosial baru yang akhirnya menjadi pengemis, pengamen, dan jualan di pinggir jalan,” ucapnya kepada okezone, belum lama ini.

Bermunculannya lapak-lapak di bantaran kali serta pinggiran rel kereta api membuat ibu kota semakin semeraut, kotor dan kumuh. Seharusnya, kata dia, pemerintah bekerja dari pertama lapak yang ingin dibangun. “Kalau mereka tidak sanggup tinggal dikontrakan, paling membangun rumah dibantaran kali atau di pinggiran rel kereta api. Seharusnya, dari pertama ada lapak-lapak baru muncul satu atau dua lapak langsung dibenahi oleh lurah atau kecamatan setempat,” tegas Lutfi.

Pemerintah, kata dia, sangat lemah dalam menanggani masalah sosial ini yang sudah menjadi persoalan klise dari tahun ke tahun. “Seharusnya pemerintah memang harus digalakan menyangkut masalah ini. Kelemahannya pemerintah adalah masalah satu baru mancul dicuekin dan kalau masalah yang lain membesar baru bikin anggaran,” ungkapnya.

Masalah yang ada di Jakarta berawal dari yang kecil, namun pemerintah harus bisa menyelesaikan masalah dari tahap yang kecil itu. “Dilakukan dari hal yang terkecil pasti Jakarta akan bersih dan tertata rapih,” terangnya.

Sementara itu berdasarkan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 56 Tahun 2011 tentang pengendalian arus mudik dan arus balik dalam rangka Idul Fitri 1432 H, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta diinstruksikan untuk melakukan berbagai langkah antisipasi dan koordinasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Instruksi tersebut telah dilaksanakan dengan sosialisasi perarturan kependudukan yakni mengimbau kepada para pemudik untuk tidak mengajak keluarga ke Jakarta,“ ucap Kepala Dukcapil DKI Jakarta Purba Hutapea kepada okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Namun kata Purba, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terlihat pengurangan dari pemudik yang kembali ke Jakarta dengan mengajak saudara, kenalan, atau tetangganya. “Pemantauan dari setiap stasiun, terminal, dan pelabuhan di DKI Jakarta. Berdasarkan hasil monitoring penduduk Jakarta yang mudik pada H-7 sampai H-1 sejumlah 5.116.368 orang, jumlah itu tidak termasuk penduduk komuter yang berdomisili di kawasan Bodetabek,” tambahnya.

Menurut Purba, jumlah pendatang baru pascalebaran ke DKI Jakarta dalam kerangka urbanisasi menunjukan trend yang menurun dihitung pada tahun 2003 sebanyak 204.830 orang, tahun 2004 sebanyak 190.356 orang, tahun 2005 sebanyak 180.767 orang, tahun 2006 sebanyak 124.427 orang, tahun 2007 sebanyak 109.617 orang, tahun 2008 sebanyak 88.473 orang, tahun 2009 sebanyak 69.554 orang, dan pada 2010 tercatat 59.215 orang.

“Penduduk Jakarta yang telah kembali sampai H+4 sementara berjumlah 2.836.537 orang itu semua belum masuk secara lengkap, diperkirakan pada tahun 2011 akan berkurang sebesar kurang lebih 15 persen, sehingga pendatang baru diperkirakan sebanyak kurang lebih 50.000 orang,” ujarnya.

Penurunan pendatang baru, kata Purba, ke Jakarta dikarenakan sosialisasi peraturan kependudukan yang menunjukan keberhasilan kerjasama antarpemerintah provinsi se-Jawa, Bali, Lampung, NTB, dan NTT khususnya dalam bidang kependudukan, ketenagakerjaan, dan sosial.

“Banyaknya pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai akibat pemerataan pembangunan oleh pemerintah pusat, semakin banyaknya aliran transfer dana dari pusat ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” tuturnya.

Untuk pengendalian mobilitas penduduk, lanjut Purba, tetap akan dilakukan Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) yang direncanakan serentak di lima wilayah kota administrasi. “Pada tanggal 22 September 2011, 13 Oktober, dan 3 November 2011. Sasarannya terutama pada rumah kos, pemukiman padat sebagai kantong-kantong pendatang baru, daerah-daerah industri rumah tangga, dan apartemen,” tandasnya.

sumber : http://www.okezone.com

Gurita Paul, Gurita Peramal Prediksi Pertandingan

Standar

Gurita Paul, Gurita peramal bernama Paul yang kembali sukses memprediksi pertandingan2 Jerman di Piala Dunia 2010. Uda pernah denger pastinya kan. Hehe. Dulu dia juga sempet banyak dibicarakan waktu memberikan prediksi laga-laga Jerman di Euro 2008. Saat itu dia hanya sekali salah, yaitu saat memprediksi Jerman menang atas Spanyol di partai final.

Nah sekarang di FIFA World Cup 2010 si gurita peramal tersebut kembali banyak menarik perhatian. Denger-denger sih hasil prediksinya belum pernah salah. Jadi ceritanya si gurita bakal dikasi dua kotak berisi bendera tim nasional negara yang akan bertanding, terus dia bakal milih kotaknya. Nah kotak yang dia pilih itu berarti negara yang diprediksi bakal menang. Berikut ini gambar, foto serta video dari berita-berita tentang gurita Paul tersebut..

Gurita Paul memprediksi Jerman menang atas Argentina

Gurita Paul memprediksi Jerman kalah melawan Spanyol

Bahasa Indonesia Terbesar Ketiga di Twitter

Standar

Jakarta,

Bahasa Indonesia menduduki urutan ketiga sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di twitter. Demikian hasil analisis beberapa peneliti Google pada browser Chrome.

Berikut adalah 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di Twitter:
1. Inggris
2. Portugis
3. Indonesia
4. Spanyol
5. Malaysia
6. Jepang
7. Belanda
8. Korea
9. Filipina
10. Russia

Hasil ini belumlah mutlak karena hanya menganalisa browser Google Chrome dengan memanfaatkan piranti lunak Compact Language Detector (CLD). Adapun CLD bersifat Open Source dan telah diekstrak oleh Mike McCandless sehingga bisa digunakan oleh banyak orang.

Adalah Eric Fischer yang menerapkan piranti lunak itu pada Twitter dan, melalui pengolahan lanjutan, menghasilkan sebuah peta yang menarik untuk dilihat.

Pada peta tersebut, bisa terlihat gambaran kasar sebaran pengguna Twitter di Indonesia. Jawa terlihat paling jelas, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi cukup tampak meski tak utuh. Sedangkan Papua agaknya memiliki pengguna Twitter paling sedikit karena nyaris tak terlihat.

Obama Bertemu Pemimpin Negara Anggota ASEAN

Standar

Nusa Dua,

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin sepuluh negara anggota ASEAN dalam Pertemuan ke-3 AS-ASEAN di Nusa Dua, Bali, Jumat (18/11). Presiden Obama disambut langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Pati Djalal, dan bersama sepuluh pimpinan negara ASEAN menuju ruang Nusa Dua 3 Bali Nusa Dua Convention Center tempat pertemuan dilaksanakan.

Konferensi Tingkat Tinggi keempat AS-ASEAN didahului dengan foto bersama Obama dengan sepuluh pimpinan negara ASEAN, dilanjutkan dengan pidato selamat datang Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua ASEAN 2011. “Selamat datang, kepada Presiden Barack Obama dan seluruh pimpinan ASEAN yang hadir dalam pertemuan puncak AS-ASEAN. Pertemuan ini sangat penting untuk peningkatan hubungan yang baik antara AS dan ASEAN,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut antara mengkaji berbagai hal yang telah dikerjasamakan selama ini oleh kedua pihak. Pada pertemuan puncak AS-ASEAN pada 2010, kedua pihak menyatakan pentingnya meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, perubahan iklim dan keamanan. (Ant)

Kisah Sukses Chairul Tanjung, Pengusaha Minang Pemilik Trans TV & Trans 7

Standar

Apa jadinya jika seorang calon dokter gigi justru merambah bisnis televisi? Jika ingin tahu jawabannya, lihatlah sosok Chairul Tanjung, pebisnis asli pribumi yang kini namanya berkibar dengan Grup TransTV dan Trans7. Berkat kesulitan ekonomi yang menderanya, ternyata hal tersebut justru menjadi bekal mengasah ketajaman insting bisnisnya.

Bermula dari awal kuliah di jurusan Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Biaya masuk kuliah kala tahun 1981 sebesar Rp 75 ribu, dengan uang kuliah per tahun Rp 45 ribu. Rupanya, untuk membayar uang kuliah tersebut, sang ibu sampai harus menggadaikan selembar kain halus.

“Saya betul-betul terenyuh dan shock, sejak saat itu saya bersumpah tidak mau meminta uang lagi ke orang tua,” kata dia pada pertengahan Januari 2009 ini.

Maka, kelahiran Jakarta, 18 Juni 1962 ini pun lantas memulai bisnis kecil-kecilan. Dia bekerjasama dengan pemilik mesin fotokopi, dan meletakkannya di tempat strategis yaitu di bawah tangga kampus. Mulai dari berjualan buku kuliah stensilan, kaos, sepatu, dan aneka barang lain di kampus dan kepada teman-temannya. Dari modal usaha itu, ia berhasil membuka sebuah toko peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen Raya, Jakarta. Sayang, karena sifat sosialnya – yang sering memberi fasilitas kepada rekan kuliah, serta sering menraktir teman – usaha itu bangkrut.

Ternyata, ia justru bisa makin berkembang dengan berbagai usahanya. Ia pun lantas memfokuskan usahanya ke tiga bisnis inti, yakni: keuangan, properti, dan multimedia. Melalui tangan dinginnya, ia mengakuisisi sebuah bank kecil yang nyaris bangkrut, Bank Tugu. Keputusan yang dianggap kontoversial saat itu oleh orang dekatnya. Namun, pengalaman bangkit dari kegagalan rupanya mengajarkannya banyak hal. Ia justru berhasil mengangkat bank itu, – setelah mengubah namanya menjadi Bank Mega – menjadi bank papan atas dengan omset di atas Rp1 triliun saat ini.

Selain itu, suami dari dokter gigi Ratna Anitasari ini juga merambah bisnis sekuritas, asuransi jiwa dan asuransi kerugian. Kemudian, di bisnis properti, ia juga telah membuat sebuah proyek prestisius di Kota Bandung, yang dikenal dengan Bandung Supermall. Dan, salah satu usaha yang paling melambungkan namanya yaitu bisnis televisi, TransTV. Pada bisnis pertelevisian ini, ia juga dikenal berhasil mengakuisisi televisi yang nyaris bangkrut TV7, dan kini berhasil mengubahnya jadi Trans7 yang juga cukup sukses.

Tak heran, dengan semua prestasinya, ia layak disebut sebagai “The Rising Star”. Bahkan, baru-baru ini, ia dinobatkan sebagai orang terkaya Indonesia, di posisi ke-18, dengan total kekayaan mencapai 450 juta dolar AS. Sebuah prestasi yang mungkin tak pernah dibayangkannya saat memulai usaha kecil-kecilan, demi mendapat biaya kuliah, ketika masih kuliah di UI dulu.

Hal itulah yang barangkali membuat Chairul Tanjung selalu tampil apa adanya, tanpa kesan ingin memamerkan kesuksesannya. Selain itu, rupanya ia pun tak lupa pada masa lalunya. Karenanya, ia pun kini getol menjalankan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari PMI, Komite Kemanusiaan Indonesia, anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dan sebagainya. “Kini waktu saya lebih dari 50% saya curahkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkapnya.

Kini Grup Para mempunyai kerajaan bisnis yang mengandalkan pada tiga bisnis inti. Pertama jasa keuangan seperti Bank Mega, Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Mega Capital Indonesia. Kedua, gaya hidup dan hiburan seperti Trans TV, Trans7. Ketiga berbasis sumber daya alam.

Belakangan, Chairul bekerja sama dengan Jusuf Kalla membentuk taman wisata terbesar di Makassar.

Chairul merupakan salah satu dari tujuh orang kaya dunia asal Indonesia. Dia juga satu-satunya pengusaha pribumi yang masuk jajaran orang tajir sedunia. Enam wakil Indonesia lainnya adalah Michael Hartono, Budi Hartono, Martua Sitorus, Peter Sondakh, Sukanto Tanoto dan Low Tuck Kwong.

Berkat kesuksesannya itu Majalah Warta Ekonomi menganugerahi Pria Berdarah Minang/Padang sebagai salah seorang tokoh bisnis paling berpengaruh di tahun 2005 dan Dinobatkan sebagai salah satu orang terkaya di dunia tahun 2010 versi majalah Forbes dengan total kekayaan $1 Miliar.

sumber : http://www.lintasberita.com/v2/index.php/go/1611871

Ragam Bahasa Indonesia

Standar

RAGAM BAHASA INDONESIA

Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan menurut hubungan pembicara, kawan bicara, dan orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicaraan.

MACAM-MACAM RAGAM BAHASA
1.Ragam baku adalah ragam bahasa yang oleh penuturnya dipandang sebagai ragam yang baik. Ragam ini biasa dipakai dalam kalangan terdidik, karya ilmiah, suasana resmi, atau surat resmi.
2.Ragam cakapan (ragam akrab) adalah ragam bahasa yang dipakai apabila pembicara menganggap kawan bicara sebagai sesama, lebih muda, lebih rendah statusnya atau apabila topik pembicara bersifat tidak resmi.
3.Ragam hormat adalah ragam bahasa yang dipakai apabila lawan bicara orang yang dihormati, misalnya orang tua dan atasan.
4.Ragam kasar adalah ragam bahasa yang digunakan dalam pemakaian tidak resmi di kalangan orang yang saling mengenal.
5.Ragam lisan adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman.
6.Ragam resmi adalah ragam bahasa yang dipakai dalam suasana resmi.
7.Ragam tulis adalah ragam bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual.

BAHASA INDONESIA DULU
Penggunaan Bahasa Indonesia di Zaman Dulu.
Bahasa Indonesia pada waktu dulu sangat tidak divariasikan dalam pengucapan berbicaranya, dalam penyampaiannya pun kata-katanya hampir baku, tapi tidak semua warga Indonesia pada waktu itu berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Hanya orang-orang yang berpendidikanlah yang penggunaan bahasa Indonesianya baku, karena kita ketahui pada zaman dulu jarang orang-orang yang dapat bersekolah. Hanya orang yang mempunyai uanglah yang dapat bersekolah. Walaupun begitu, penggunaan bahasa Indonesia di zaman dulu lebih baik dari penggunaan bahasa Indonesia di zaman sekarang.

BAHASA INDONESIA SEKARANG
Penggunaan Bahasa Indonesia di Zaman Sekarang
Bahasa Indonesia di zaman sekarang ini sudah banyak divariasikan dalam pengucapan berbicaranya. Dalam penyampaianpun kata-katanya sudah tidak baku lagi, hal ini disebabkan karena era globaliasi yang berkembang pesat di Indonesia, karena pengaruh-pengaruh budaya luar masuk ke Indonesia termasuk cara gaya berbicaranya, oleh karena itu, sekarang ini bahasa Indonesia yang baku sudah jarang dipakai lagi karena dampak globalisasi itu. Orang-orang berbicara dengan kata-kata yang baku hanya dipakai di kalangan lingkungan sekolah, atau jika sedang berlangsungnya rapat. Kejadian ini sungguh sangat ironi sekali karena seharusnya kita sebagai bangsa Indonesia membanggakan bahasa kita sendiri, tapi malah kita yang tidak berbicara dengan berbahasa Indonesia.

BAHASA INDONESIA KEDEPAN
Penggunaan Bahasa Indonesia Kedepannya
Mungkin gaya bicara warga Indonesia ke depan diprediksi sudah tidak sama sekali menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapanya sehari-hari, nanti mungkin akan berbicara dengan bahasa negara lain, hal ini dapat kita lihat dari sekolah-sekolah menengah ke atas yang hampir rata-rata mengedepankan pelajaran-pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Jepang, bahkan sekarang ini sudah banyak sekolah menengah ke atas yang mempelajari bahasa Jerman dan Arab. Itu semua dimasukan ke dalam pembelajaran yang pokok, sedangkan bahasa Indonesia sendiri sudah jarang dipelajari karena beranggapan bahasa kita sendiri, jadinya dianggap sepele padahal justru bahasa kita sendirilah yang harus kita lestarikan. Kita juga dapat melihat dari perguruan-perguruan tinggi yang tes masuknnya itu harus dengan menguasai bahasa inggris, ini sangat ironi sekali justru seharusnya tes itu memakai bahasa Indonesia karena itu sama saja kita dari dini sudah tidak tertanam berbahasa Indonesia yang baku lagi, tapi sudah tertanam oleh bahasa luar. Hal-hal itulah yang menjadi penyebab bahasa Indonesia kedepannya nanti akan tidak dipakai lagi bahkan mungkin juga akan hilang.

TUJUAN DIAJARKANNYA BAHASA INDONESIA
Apa Saja Tujuan dari Diajarkannya Bahasa Indonesia.
Kita dari kecil pun sudah diajarkan bagaimana berbicara bahasa Indonesia yang baik oleh orang tua kita, karena berbahasa Indonesia yang baku itu ciri sopan santun kita dalam berbicara. Ketika masuk sekolah dasar, kita diajarkan bagaimana berbicara bahasa Indonesia yang baik, bahkan di SMP, SMA, sampai kuliahpun kita masih diajarkan bahasa Indonesia. Ini semua bertujuan agar kita dari kecil hingga dewasa dapat memahami lebih jauh berbahasa Indonesia yaitu bahasa kita sendiri agar kita dapat mengetahui cara berbicara bahasa Indonesia yang benar seperti apa, dan juga kita dapat mempraktikannya di dalam berbicara sehari-hari. Kita juga harus melestarikan berbahasa Indonesia agar tidak hilang, justru kita juga harus membanggakannya sebagai warga bangsa Indonesia.

APA YANG AKAN TERJADI
Apa yang Akan Terjadi Jika Kita Tidak Melestarikan Bahasa Indonesia..?
Jika kita tidak melestarikan tata cara berbicara bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka bangsa kita ini akan terjajah oleh bangsa asing, karena apa yang dibicarakan dalam kehidupan sehari-haripun kita sudah tidak memakai bahasa Indonesia. Semua itu sama saja kita sudah terjajah oleh bahasa asing. Dampak lain yang tadi dikatakan bahasa Indonesia sudah tidak akan dipakai lagi mungkin akan hilang, dan bisa-bisa dampaknya akan berpengaruh kepada kebudayaan bangsa kita.

HAL APA SAJA
Hal Apa Saja yang Harus Diperhatikan Jika Kita Ingin Melestarikan Bahasa Indonesia..?
Hal pertama kita harus mengajarkan anak kita belajar berbicara dengan bahasa Indonesia yang baik dan sopan, karena hal ini perlu kita ajarkan sejak dini agar mereka bisa memahami dasar-dasarnya.

Kedua kita harus mengajarkan mereka lebih dalam tentang bahasa Indonesia, misalkan diajarkan tata bicara yang sopan. Peran sekolah pun penting dalam mengajarkan bahasa Indonesia. Kita ajarkan tentang kata baku dan tidak baku, kita ajarkan ragam bahasa, kita ajarkan majas, pembuatan surat, dan cara berpidato, itu contoh kecil yang harus kita ajarkan agar bahasa Indonesia itu tetap dipakai dalam bahasa berbicara sehari-hari bahkan bisa dengan kata-kata yang baik dan benar. Dengan begitu juga bahasa kita tidak akan hilang termakan zaman.

JADI KESIMPULANNYA ADALAH..
Ajarkanlah sejak dini cara berbicara yang baik dan benar. Ajarkan tentang ragam bahasa, kita ajarkan apa saja yang akan terjadi bila bahasa Indonesia tidak dipakai lagi, terus bagaimana cara menanggulanginya, dan setiap sekolah dasar, menengah, atas, bahkan perguruan tinggi bahasa Indonesia itu harus menjadi pelajaran yang wajib dan pokok.

sumber : http://adegustiann.blogsome.com/2009/02/02/ragam-bahasa-indonesia/

Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia secara umum ataupun khusus

Standar

Mengetahui Fungsi Bahasa Secara Umum

Fungsi umum bahasa indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Bahasa pada dasarnya sudah menyatu dengan kehidupan manusia. Aktivitas manusia sebagai anggota masyarakat sangat bergantung pada penggunaan bahasa masyarakat setempat. Gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan disampaikan lewat bahasa.

Selain fungsi bahasa diatas, bahasa merupakan tanda yang jelas dari kepribadian manusia. Melalui bahasa yang digunakan manusia, maka dapat memahami karakter, keinginan, motif, latar belakang pendidikan, kehidupan sosial, pergaulan dan adat istiadat manusia.

Menurut Sumiati Budiman (1987 : 1) mengemukakan bahwa fungsi bahasa dapat dibedakan berdasarkan tujuan, yaitu :

1. Fungsi praktis :
Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
2. Fungsi kultural
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
3. Fungsi artistik
Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
4. Fungsi edukatif
Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
5. Fungsi politis
Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasio pemerintahan.

Mencermati keadaan dan perkembangan dewasa ini, semakin terasakan betapa besar fungsi dan peran bahasa dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa kehidupan manusia terasa hampa dan tidak berarti. Melalui peran bahasa, manusia dapat menjadikan dirinya menjadi manusia berbudi pekerti, berilmu dan bermartabat tinggi. Berdasarkan semua ini, dapat disimpulkan fungsi bahasa yaitu sbb:

1. Bahasa sebagai alat komunikasi

Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. Manusia dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan adil dan makmur. Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.

2. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri

Sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.

Mengetahui Fungsi Bahasa Secara Khusus :

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia secara umum
Istilahke dudukan dan fungsi tentunya sering kita dengar, bahkan pernah kita
pakai. Misalnya dalam kalimat “Bagaimana kedudukan dia sekarang?”, “Apa fungsi
baut yang Saudara pasang pada mesin ini?”, dan sebagainya. Kalau kita pernah
memakai kedua istilah itu tentunya secara tersirat kita sudah mengerti maknanya.
Hal ini terbukti bahwa kita tidak pernah salah pakai menggunakan kedua istilah itu.
Kalau demikian halnya, apa sebenarnya pengertian kedudukan dan fungsi bahasa?
Samakah dengan pengertian yang pernah kita pakai?

Kita tahu bahwa bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara
terlisan maupun tertulis. Ini adalah fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan
dengan status dan nilai-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-
hari, yang di dalamnya selalu ada nilai-nilai dan status, bahasa tidak dapat
ditinggalkan. Ia selalu mengikuti kehidupan manusia sehari-hari, baik sebagai
manusia anggota suku maupun anggota bangsa. Karena kondisi dan pentingnya
bahasa itulah, maka ia diberi ‘label’ secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa
kedudukan dan fungsi tertentu.

Kedudukan dan fungsi bahasa yang dipakai oleh pemakainya (baca: masyarakat
bahasa) perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab kejelasan ‘label’ yang diberikan
akan mempengaruhi masa depan bahasa yang bersangkutan. Pemakainya akan
menyikapinya secara jelas terhadapnya. Pemakaiannya akan memperlakukannya
sesuai dengan ‘label’ yang dikenakan padanya.

Di pihak lain, bagi masyarakat yang dwi bahasa (dwilingual), akan dapat
‘memilah-milahkan’ sikap dan pemakaian kedua atau lebih bahasa yang
digunakannya. Mereka tidak akan memakai secara sembarangan. Mereka bisa
mengetahuik apan dan dalam situasi apa bahasa yang satu dipakai, dan kapan dan
dalam situasi apa pula bahasa yang lainnya dipakai. Dengan demikian
perkembangan bahasa (-bahasa) itu akan menjadi terarah. Pemakainya akan
berusaha mempertahankan kedudukan dan fungsi bahasa yang telah disepakatinya
dengan, antara lain, menyeleksi unsur-unsur bahasa lain yang ‘masuk’ ke dalamnya.
Unsur-unsur yang dianggap menguntungkannya akan diterima, sedangkan unsur-
unsur yang dianggap merugikannya akan ditolak.

Sehubungan dengan itulah maka perlu adanya aturan untuk menentukan kapan,
misalnya, suatu unsur lain yang mempengaruhinya layak diterima, dan kapan
seharusnya ditolak. Semuanya itu dituangkan dalam bentuk kebijaksanaan
pemerintah yang bersangkutan. Di negara kita itu disebut Politik Bahasa Nasional,
yaitu kebijaksanaan nasional yang berisi perencanaan, pengarahan, dan ketentuan-
ketentuan yang dapat dipakai sebagai dasar bagi pemecahan keseluruhan masalah
bahasa.

sumber : http://www.scribd.com/doc/21785947/Kedudukan-Dan-Fungsi-Bahasa-Indonesia