Monthly Archives: Desember 2011

Analisa Berita

Standar

Indonesia Kirim Tim Bantu Filipina Atasi Bencana Banjir
Kamis, 22 Desember 2011

ilustrasi banjir

Jakarta,
Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengatakan, bahwa Pemerintah Indoneisia memberi bantuan kemanusiaan kepada Pemerintah Filipina sebesar 500.000 dolar AS untuk membantu warga yang kena dampak banjir bandang. “Bantuan ini diberikan untuk membantu warga Filipina atas musibah bencana banjir bandang yang disebabkan badai tropis Washi,” kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono di Jakarta, Kamis (22/12).

Agung menjelaskan, bahwa sebesar 300.000 dolar AS diberikan berupa uang tunai dan sisanya berupa bantuan makanan ringan dan siap saji, obat-obatan, peralatan dan lain sebagainya.
Agung menambahkan, pemerintah Indonesia juga akan segera memberangkatkan tim relawan profesional sebanyak 20 orang terdiri dari anggota tim medis dan paramedis, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan anggota SAR.

Bantuan tersebut, kata Agung diambil dari dana siap pakae untuk penanganan bencana di BNPB. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pamerintah indonesia kepada pemerintah Filipina atas musibah bencana banjir bandang akibat badai tropis Washi, kata Menko Kesra menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho menambahkan bahwa badai tropis di Filipina tersebut menghantam wilayah Mindanao, Filipina Selatan, pada tanggal 16 Desember 2011 lalu. “Ratusan orang meninggal dan hilang karena bencana tersebut,” kata dia menjelaskan.

Sutopo menambahkan, bahwa tim yang akan berangkat akan membawa sejumlah peralatan yang dibutuhkan untuk penanganan bencana di negara tersebut. (Ant)

Dunia Yang Terlupa

Standar

Mulai nyalakan kembali Dunia yang terlupa
Cukup sudah bermimpi
Kini asa ku memutih Langitku kian meninggi Ini semua akan nyata
Mengharapkan hujan Larutkan nyanyian malamku
Akankah ku rasa

Mampu ku tatap kembali
Dunia yang terbenam Terbitku dari mimpi
Kini saksikan sayapku Apungkan puing bumi Ini semua pasti nyata

Mengharapkan hujan Larutkan nyanyian malamku
Akankah ku rasa
Membasahkan embun Lepaskan nyanyian malamku
Dapatkah ku rasa

Lihat Langkahku

Standar

lihat langkahku
tak lagi ku mengingatkan kamu
tiada beban tersisa
yang tertanam di jiwa
taklukkan cinta yang tak membuatku

terang tak membawaku
menjauh dan hilang

ku mengharapkan engkau
tak usah kembali
bawa tangisan itu

lihat langkahku
tak pernah ku mengingatkan kamu
jiwa ini tlah lelah
dan semakin menyiksa
tak pernah ku berharap kembali

terang tak membawaku
menjauh dan hilang

ku mengharapkan engkau
tak usah kembali
bawa tangisan itu

kau membalutkan perih
sesalkan jiwaku
hempaskan semua rasa

ku mengharapkan engkau
tak usah kembali
bawa tangisan itu

kau membalutkan perih
sesalkan jiwaku
hempaskan semua rasa

Dampak Positif dan Negatif dalam Penggunaan Bahasa Daerah , Gaul dan Asing di Indonesia

Standar

Beberapa pengaruh atau dampak penggunaan bahasa daerah terhadap bahasa Indonesia:

• Dampak Positif:

a) Bahasa Indonesia memiliki banyak kosakata.
b) Sebagai kekayaan budaya bangsa Indonesia.
c) Sebagai identitas dan ciri khas dari suatu suku dan daerah.
d) Menimbulkan keakraban dalam berkomunikasi.

• Dampak Negatif:

a) Bahasa daerah yang satu sulit dipahami oleh daerah lain.
b) Warga negara asing yang ingin belajar bahasa Indonesia menjadi kesulitan karena terlalu banyak kosakata.
c) Masyarakat menjadi kurang paham dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baku karena sudah terbiasa menggunakan bahasa daerah.
d) Dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Pada bahasa-bahasa daerah di Indonesia juga terdapat beberapa kata yang sama dalam tulisan dan pelafalan tetapi memiliki makna yang berbeda, berikut beberapa contohnya:
a. Suwek dalam bahasa Sekayu (Sumsel) bermakna tidak ada.
Suwek dalam bahasa Jawa bermakna sobek.
b. Kenek dalam bahasa Batak bermakna kernet (pembantu sopir).
Kenek dalam bahasa Jawa bermakna kena.
c. Abang dalam bahasa Batak dan Jakarta bermakna kakak.
Abang dalam bahasa Jawa bermakna merah.
d. Mangga dalam bahasa Indonesia bermakna buah mangga.
Mangga dalam bahasa Sunda bermakna silakan.
e. Maen dalam bahasa Indonesia bermakna bermain.
Maen dalam bahasa Batak bermakna gadis.
f. Gedang dalam bahasa Sunda bermakna pepaya.
Gedang dalam bahasa Jawa bermakna pisang.
g. Cungur dalam bahasa Sunda bermakna sejenis kikil.
Cungur dalam bahasa Jawa bermakna hidung.
h. Jagong dalam bahasa Sunda bermakna jagung.
Jagong dalam bahasa Jawa bermakna duduk.
i. Nini dalam bahasa Sunda bermakna nenek.
Nini dalam bahasa Batak bermakna anak dari cucu laki-laki.
j. Tulang dalam bahasa Indonesia bermakna tulang.
Tulang dalam bahasa Batak bermakna abang atau adik dari ibu.
k. Iba dalam bahasa Indonesia bermakna merasa kasihan.
Iba dalam bahasa Batak bermakna saya.
l. Bere dalam bahasa Sunda bermakna memberi.
Bere dalam bahasa Batak bermakna anak dari kakak atau adik perempuan kita.

Melalui beberapa contoh itu ternyata penggunaan bahasa daerah memiliki tafsiran yang berbeda dengan bahasa lain. Jika hal tersebut digunakan dalam situasi formal seperti seminar, lokakarya, simposium, proses belajar mengajar yang pesertanya beragam daerahnya akan memiliki tafsiran makna yang beragam. Oleh karena itu, penggunaan bahasa daerah haruslah pada waktu, tempat, situasi, dan kondisi yang tepat.

Dampak dari pengaruh bahasa gaul terhadap perkembangan bahasa Indonesia adalah :
Eksistensi Bahasa Indonesia Terancam Terpinggirkan Oleh Bahasa Gaul.
Berbahasa sangat erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pembususkan bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya penggunaan bahasa gaul dan hal ini diperparah lagi dengan generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul. Bahkan, generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di masyarakat.

Pengaruh Penggunaan Bahasa Asing dalam Perkembangan Bahasa Indonesia
Dampak positif dari penggunaan basaha asing bagi anak Indonesia :

Semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris maka akan semakin cepat pula proses transfer ilmu pengetahuan
Menguntungkan dalam berbagai kegiatan (pergaulan internasional, bisnis, sekolah).
Memperoleh dua atau lebih bahasa dengan baik
Melalui tahap perkembangan bahasa yang relatif sama meskipun setiap anak dapat mencapai tahap-tahap tersebut pada usia yang berbeda

Dampak negatif dari penggunaan bahasa asing :

Mengurangi kekaedahan dan keabsahan bahasa Indonesia
Rakyat Indonesia semakin lama kelamaan akan lupa kalau bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan
Mampu melunturkan semangat nasionalisme dan sikap bangga pada bahasa dan budaya sendiri.
Menurunnya derajat bahasa Indonesia

Saran dan Kritik Tentang Mata Pelajaran SoftSkill Bahasa Indonesia

Standar

Manfaat softskill bagi mahasiswa selain sebagai pendukung dalam bidang softskill atau kemampuan lain dari tiap mahasiswa, yaitu mahasiswa di tuntut untuk melatih kemampuannya dalam membuat sebuah karya tulis, baik itu artikel, menganalisa berita, ataupun dalam bidang sastra. Yang mana nantinya akan berpengaruh bagi mahasiswa untuk pembiasan diri dalam pembuatan penulisan ilmiah ataupun skripsinya .
Tetapi selain itu softskill juga memiliki kekurangan, di karenakan sebuah mata pelajaran soft yang tidak terpantau secara langsung oleh dosen, terkadang mahasiswa memilih jalan pintas untuk hanya mengcopy paste sebuah tulisan.
Namun selebihnya softskill sudah sangat baik untuk diijadikan sebagai salah satu sarana pengajaran yang mengolah kemampuan soft mahasiswa.