Monthly Archives: November 2011

[BAHAYA] JANGAN PERNAH MENJILAT PERANGKO Sebagai Perekat

Standar

Jangan pernah menjilat amplop atau perangko untuk merekatkannya. Suatu hari seorang wanita yang bekerja di sebuah kantor pos di California, menempelkan amplop dan perangko gk pake lem atau busa basah tapi dengan cara menjilatnya.

Pada saat itu pula wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris. Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya. Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidak luka atau tidak ada kelainan apapun. Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun. Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray..

Ternyata ada sesuatu di dalam lidahnya. Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil. Ketika dokter mengiris membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar. Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop.

Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut menetas. Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.

Andy Hu menulis : “Saya bekerja di pabrik amplop, dan kalian tidak akan percaya
Ada sesuatu yang mengambang disekitar nampan wadah lem, saya tidak pernah sekalipun menjilat amplop. Saya pernah bekerja di percetakan (32 tahun lalu) dan kami selalu dihimbau agar jangan merekatkan amplop dengan lidah. Saya tidak pernah mengerti mengapa, hingga suatu saat saya masuk ke ruang penyimpanan untuk mengambil 2,500 lembar amplop yang sudah dicetak dan melihat sendiri beberapa ekor kecoak berkeliaran di dalam kotak amplop dengan telur kecoak dimana-mana.

Mereka hidup dengan memakan lem yang terdapat pada amplop-amplop tersebut. Setelah mengetahui hal ini, Janganlah pernah sekalipun Anda merekatkan amplop, perangko ataupun meterai dengan cara menjilatnya.

Transaksi Nilai Bentuk Pelacuran Intelektual

Standar

DEPOK – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqaddas memberikan kuliah umum di Perpustakaan baru Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Dalam kuliah tersebut, Busyro memberikan paparan mengenai peran perguruan tinggi dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Antusiasme mahasiswa dan dosen dalam mengikuti kuliah umum tersebut begitu tinggi, terlihat dari penuhnya ruang kuliah umum di lantai 6 Perpustakaan UI.

Menurut Busyro, perguruan tinggi merupakan benteng terakhir pemberantasan korupsi. Perguruan tinggi dapat melakukan riset untuk memetakan korupsi, aktor, modus, dan jejaring korupsi yang terjadi.

“Lalu ada identifikasi problem korupsi, identifikasi sistem tata kelola, atau skripsi berbasis praktik korupsi daerah,” jelasnya di Perpustakaan Baru Kampus UI, Depok, Jumat (18/11/2011).

Busyro menilai, korupsi juga dapat dicegah dari dunia kampus. Menurutnya, seorang akademisi atau ilmuwan yang beradab adalah ilmuwan yang mampu bersikap jujur.

Sedangkan, ilmuwan yang tidak memiliki nurani adalah ilmuwan yang tandus, misalnya dosen yang bertransaksi nilai dengan mahasiswa.

Dia menceritakan, 30 tahun lalu ada satu kampus di Jawa yang melakukan praktik transaksi nilai dan skripsi. Praktik ini diketahui wartawan dan kemudian dimuat di media. Akhirnya kampus itu rontok, dan penerimaan mahasiswa juga anjlok.

“Kondisi ini menunjukkan telah terjadi pelacuran intelektual, orang–orang seperti ini yang membuat remuk negara. Cegahlah korupsi mulai dari yang kecil,” paparnya.

Menurutnya, kampus dapat memberikan perlawanan terhadap korupsi dengan elegan dan beradab. “Sudah terjadi krisis karakter. Ilmuwan harus berkarakter liberatif, harus melakukan perlawanan yang beradab,” tegasnya.

Ibu Kota Selalu Terbuka, Asalkan Tak Modal Nekat

Standar

BANYAKNYA warga pendatang baru di Jakarta yang membawa keramaian keluarga serta sahabat untuk mengadu nasib, semakin menyempit dan mengundang masalah sosial baru di kota terpadat se-Nusantara ini.

Menurut Ketua Umum Forum Betawi Rempug (FBR) Lutfi Hakim, sebagai warga asli Jakarta dirinya tidak keberatan akan datangnya warga pendatang baru ke Ibu Kota. Namun, warga pendatang yang ingin mengadu nasib di Jakarta harus ada kemampuan yang lebih dan bisa bersaing dengan warga Jakarta.

“Kalau mereka membawa saudara atau teman ke Jakarta harus punya keterampilan itu enggak ada masalah. Sangat disayangakan apabila dia tidak bisa apa-apa dan itu akan menjadi urusan sosial baru yang akhirnya menjadi pengemis, pengamen, dan jualan di pinggir jalan,” ucapnya kepada okezone, belum lama ini.

Bermunculannya lapak-lapak di bantaran kali serta pinggiran rel kereta api membuat ibu kota semakin semeraut, kotor dan kumuh. Seharusnya, kata dia, pemerintah bekerja dari pertama lapak yang ingin dibangun. “Kalau mereka tidak sanggup tinggal dikontrakan, paling membangun rumah dibantaran kali atau di pinggiran rel kereta api. Seharusnya, dari pertama ada lapak-lapak baru muncul satu atau dua lapak langsung dibenahi oleh lurah atau kecamatan setempat,” tegas Lutfi.

Pemerintah, kata dia, sangat lemah dalam menanggani masalah sosial ini yang sudah menjadi persoalan klise dari tahun ke tahun. “Seharusnya pemerintah memang harus digalakan menyangkut masalah ini. Kelemahannya pemerintah adalah masalah satu baru mancul dicuekin dan kalau masalah yang lain membesar baru bikin anggaran,” ungkapnya.

Masalah yang ada di Jakarta berawal dari yang kecil, namun pemerintah harus bisa menyelesaikan masalah dari tahap yang kecil itu. “Dilakukan dari hal yang terkecil pasti Jakarta akan bersih dan tertata rapih,” terangnya.

Sementara itu berdasarkan Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 56 Tahun 2011 tentang pengendalian arus mudik dan arus balik dalam rangka Idul Fitri 1432 H, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan pemerintahan Provinsi DKI Jakarta diinstruksikan untuk melakukan berbagai langkah antisipasi dan koordinasi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

“Instruksi tersebut telah dilaksanakan dengan sosialisasi perarturan kependudukan yakni mengimbau kepada para pemudik untuk tidak mengajak keluarga ke Jakarta,“ ucap Kepala Dukcapil DKI Jakarta Purba Hutapea kepada okezone di Jakarta, baru-baru ini.

Namun kata Purba, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terlihat pengurangan dari pemudik yang kembali ke Jakarta dengan mengajak saudara, kenalan, atau tetangganya. “Pemantauan dari setiap stasiun, terminal, dan pelabuhan di DKI Jakarta. Berdasarkan hasil monitoring penduduk Jakarta yang mudik pada H-7 sampai H-1 sejumlah 5.116.368 orang, jumlah itu tidak termasuk penduduk komuter yang berdomisili di kawasan Bodetabek,” tambahnya.

Menurut Purba, jumlah pendatang baru pascalebaran ke DKI Jakarta dalam kerangka urbanisasi menunjukan trend yang menurun dihitung pada tahun 2003 sebanyak 204.830 orang, tahun 2004 sebanyak 190.356 orang, tahun 2005 sebanyak 180.767 orang, tahun 2006 sebanyak 124.427 orang, tahun 2007 sebanyak 109.617 orang, tahun 2008 sebanyak 88.473 orang, tahun 2009 sebanyak 69.554 orang, dan pada 2010 tercatat 59.215 orang.

“Penduduk Jakarta yang telah kembali sampai H+4 sementara berjumlah 2.836.537 orang itu semua belum masuk secara lengkap, diperkirakan pada tahun 2011 akan berkurang sebesar kurang lebih 15 persen, sehingga pendatang baru diperkirakan sebanyak kurang lebih 50.000 orang,” ujarnya.

Penurunan pendatang baru, kata Purba, ke Jakarta dikarenakan sosialisasi peraturan kependudukan yang menunjukan keberhasilan kerjasama antarpemerintah provinsi se-Jawa, Bali, Lampung, NTB, dan NTT khususnya dalam bidang kependudukan, ketenagakerjaan, dan sosial.

“Banyaknya pusat-pusat pertumbuhan baru sebagai akibat pemerataan pembangunan oleh pemerintah pusat, semakin banyaknya aliran transfer dana dari pusat ke daerah dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK),” tuturnya.

Untuk pengendalian mobilitas penduduk, lanjut Purba, tetap akan dilakukan Operasi Yustisi Kependudukan (OYK) yang direncanakan serentak di lima wilayah kota administrasi. “Pada tanggal 22 September 2011, 13 Oktober, dan 3 November 2011. Sasarannya terutama pada rumah kos, pemukiman padat sebagai kantong-kantong pendatang baru, daerah-daerah industri rumah tangga, dan apartemen,” tandasnya.

sumber : http://www.okezone.com

Gurita Paul, Gurita Peramal Prediksi Pertandingan

Standar

Gurita Paul, Gurita peramal bernama Paul yang kembali sukses memprediksi pertandingan2 Jerman di Piala Dunia 2010. Uda pernah denger pastinya kan. Hehe. Dulu dia juga sempet banyak dibicarakan waktu memberikan prediksi laga-laga Jerman di Euro 2008. Saat itu dia hanya sekali salah, yaitu saat memprediksi Jerman menang atas Spanyol di partai final.

Nah sekarang di FIFA World Cup 2010 si gurita peramal tersebut kembali banyak menarik perhatian. Denger-denger sih hasil prediksinya belum pernah salah. Jadi ceritanya si gurita bakal dikasi dua kotak berisi bendera tim nasional negara yang akan bertanding, terus dia bakal milih kotaknya. Nah kotak yang dia pilih itu berarti negara yang diprediksi bakal menang. Berikut ini gambar, foto serta video dari berita-berita tentang gurita Paul tersebut..

Gurita Paul memprediksi Jerman menang atas Argentina

Gurita Paul memprediksi Jerman kalah melawan Spanyol

Bahasa Indonesia Terbesar Ketiga di Twitter

Standar

Jakarta,

Bahasa Indonesia menduduki urutan ketiga sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di twitter. Demikian hasil analisis beberapa peneliti Google pada browser Chrome.

Berikut adalah 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di Twitter:
1. Inggris
2. Portugis
3. Indonesia
4. Spanyol
5. Malaysia
6. Jepang
7. Belanda
8. Korea
9. Filipina
10. Russia

Hasil ini belumlah mutlak karena hanya menganalisa browser Google Chrome dengan memanfaatkan piranti lunak Compact Language Detector (CLD). Adapun CLD bersifat Open Source dan telah diekstrak oleh Mike McCandless sehingga bisa digunakan oleh banyak orang.

Adalah Eric Fischer yang menerapkan piranti lunak itu pada Twitter dan, melalui pengolahan lanjutan, menghasilkan sebuah peta yang menarik untuk dilihat.

Pada peta tersebut, bisa terlihat gambaran kasar sebaran pengguna Twitter di Indonesia. Jawa terlihat paling jelas, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi cukup tampak meski tak utuh. Sedangkan Papua agaknya memiliki pengguna Twitter paling sedikit karena nyaris tak terlihat.

Obama Bertemu Pemimpin Negara Anggota ASEAN

Standar

Nusa Dua,

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengadakan pertemuan puncak dengan pemimpin sepuluh negara anggota ASEAN dalam Pertemuan ke-3 AS-ASEAN di Nusa Dua, Bali, Jumat (18/11). Presiden Obama disambut langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang didampingi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Dino Pati Djalal, dan bersama sepuluh pimpinan negara ASEAN menuju ruang Nusa Dua 3 Bali Nusa Dua Convention Center tempat pertemuan dilaksanakan.

Konferensi Tingkat Tinggi keempat AS-ASEAN didahului dengan foto bersama Obama dengan sepuluh pimpinan negara ASEAN, dilanjutkan dengan pidato selamat datang Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua ASEAN 2011. “Selamat datang, kepada Presiden Barack Obama dan seluruh pimpinan ASEAN yang hadir dalam pertemuan puncak AS-ASEAN. Pertemuan ini sangat penting untuk peningkatan hubungan yang baik antara AS dan ASEAN,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut antara mengkaji berbagai hal yang telah dikerjasamakan selama ini oleh kedua pihak. Pada pertemuan puncak AS-ASEAN pada 2010, kedua pihak menyatakan pentingnya meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi, perubahan iklim dan keamanan. (Ant)